Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 November 2014

WASPADA GEJALA EBOLA

Ebola Mulai Menjangkit di Indonesia ? Waspadai Gejala-gejalanya
Masyarakat Indonesia baru-baru ini dikejutkan dengan berita bahwa ditemukan kasus medis suspect Ebola dari mantan TKW yang pernah bekerja di Afrika. Apakah benar penyakit mematikan tersebut telah menyebar di nusantara?

virus ebola


Sejarah Medis Penyakit Ebola

Ebola adalah sejenis wabah yang menyebar di benua Afrika, Afrika Barat pada khususnya. Ribuan orang telah meninggal akibat endemik Ebola di Afrika Barat.  Tak hanya menjangkiti penduduk local petugas kesehatan tidak luput dari serangan virus mematikannya. Hingga 24 Oktober 2014 tercatat secara resmi 443 petugas medis menderita Ebola, 244 orang diantaranya meregang nyawa. Kematian petugas medis ini tergolong cukup mencolok dibandingkan kasus medis dengan penyakit endemic lainnya.

Ebola ditemukan pertama kali pada tahun 1976 di Zaire dan Sudan. Dikenal pada awalnya sebagai Ebola haemorrhagic fever, penyakit yang kemudian disebut sebagai  Ebola Virus Disease (EVD) diketahui mulai tersebar di Amerika Serikat.  Terdapat lima spesies virus Ebola yaitu Pantai Gading, Reston, Sudan, Bundibugyo dan Zaire merupakan penyakit viral mematikan. Dari lima spesies tersebut tiga spesies terakhir yaitu Zaire, Sudan dan Bundibugyo merupakan spesies yang menyebabkan kematian antara 25-90% kasus klinis.

Virus Ebola menular melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh dan jaringan organ yang telah terinfeksi oleh virus Ebola. Virus Ebola ditularkan pertamakali oleh hewan liar seperti Simpanse, monyet, gorilla, antelop hutan dan kelelawar buah. Virus Ebola tersebut kemudian menyebar menjangkiti manusia yang kontak langsung dengan hewan liar tersebut.

Mewaspadai Gejala Ebola

Kepastian berita mengenai virus Ebola yang telah berjangkit di dunia masih terus ditelusuri kebenarannya. Seabgai tindakan preventif pemerintah telah menyiapkan setidaknya delapan rumah sakit yang harus siap menerima pasien kasus Ebola.

Gejala Ebola nyaris sama dengan gejala influenza atau gangguan pencernaan. Sehingga penanganan penyakit ini sering terlambat dan menyebabkan kematian. Gejal awal Ebola adalah demam tinggi hingga 390 Celcius. Gejala tersebut diiringi sakit kepala dahsyat, sakit perut, nyeri otot dan persendian, mual, tubuh lemah dan kelelahan.

Keluhan lain yang menyertai Ebola adalah pusing kemudian terjadi pendarahan inernal dan eksternal. Pada tahap serius Ebola akan disertai keluhan muntah darah, diare dengan kotoran gelap dan berdarah serta mata memerah. Jika terjadi gejala tahap serius penderita harus diinkubasi dan diisolasi antara dua hingga 21 hari untuk mencegah menularkan virus Ebola pada orang lain.
   

Rabu, 27 Agustus 2014

Berhati-hati dengan wabah Ebola

Wabah Ebola kembali menyerang Afrika, kali ini adalah Afrika bagian Barat. Berdasarkan data terbaru WHO, sejak Februari 2014 dimana kasus pertama muncul hingga saat ini sudah ada 729 orang yang meninggal. Virus Ebola ini pertama kali diketahui menyerang tiga negara di Afrika 

wabah ebola di afrika

Bagian Barat yaitu negara Guina, Liberia dan Negara Sierra Lione. Yang menakutkan adalah, berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) RI  5 spesies virus Ebola yang diketahui, salah satunya diketahui pernah menyerang Filipina dan Tiongkok.(healthdetikcom)
Namun jenis virus Ebola yang paling berbahya tersebut hanyalah yang berada di Afrika. Mengingat penularan virus ini hanya melalui kontak langsung, maka kemungkinan Indonesia akan terkena bencana Ebola masih sangat kecil sekali, kecuali negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia telah ikut terkontaminasi virus Ebola tersebut.
 
Cara penularan yang paling mungkin dan paling cepat sampai di Indonesia hanyalah melalui jalur udara. Namun penerbangan dari Afrika ke Indonesia membutuhkan waktu yang lama serta harus transit di beberapa tempat. Hal ini tentunya merupakan kelebihan karena biasanya infeksi virus Ebola berlangsung cepat sehingga penderita biasanya sudah bisa akan terdeteksi di tempat transit tersebut. Yang terpenting adalah otoritas kesehatan bandara harus mengawasi datangnya penumpang beserta keluhannya, terutama pada penumpang yang berasal dari Afrika yang sedang mengalami wabah Ebola tersebut.

Selasa, 15 Juli 2014

PENYAKIT ASAM URAT, APA SAJA YANG PERLU DIHINDARI

Seperti yang kita ketahui bersama, selama ini pasien-pasien dengan gangguan asam urat tidak diperbolehkan makan emping atau melinjo oleh dokter-dokternya. Sudah tahukah kita mengapa kedua makanan ini tidak diperbolehkan?


Sebelum menjawab hal tersebut, sebaiknya kita mempelajari penyakit ini walaupun hanya sekilas. Asam urat diproduksi ketika tubuh mengolah purin dari makanan. Asam urat kemudian akan masuk ke dalam aliran darah dan melewati ginjal. Normalmya asam urat akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Namun, pada orang-orang yang mengalami gangguan penyerapan asam urat dalam tubuhnya, asam urat akan terus menumpuk di dalam tubuh.

Bahaya akan muncul ketika asam urat sudah terlalu banyak. Tanda jika asam urat mulai menumpuk didalam darah adalah ketika asam urat ini mulai mengakibatkan gangguan kesehatan seperti radang sendi. Jika radang sendi dibiarkan hingga tahunan dan apabila sudah beberapa kali menyerang, sendi bisa menjadi bengkok.

"Untuk penderita asam urat tidak dianjurkan untuk makan makanan yang tinggi lemak dan menghasilkan banyak purin. Kebetulan melinjo (dan emping) mengandung cukup banyak lemak sehingga tidak dianjurkan," ujar Leona Victoria Djajadi, BSc, MND, kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (19/6/2014).

Selain itu, pasien dengan penyakit asam urat alias gout arthritis juga tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi beberapa makan ataupun produk lainnya maupun produk olahan lainnya seperti daging merah, produk susu full cream, daging prosesan (sosis dan nugget) dan hasil fermentasi (bir, tapi, tempe, ragi). Untuk itulah bagi mereka yang menderita sakit asam urat lebih disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang renda lemak, bahkan untuk produk susu juga harus yang tanpa lemak.

Salah satu obat mujarab adalah dengan banyak minum air putih. Mengapa? Karena air putih akan menurunkan konsentrasi asam urat di dalam darah dan memudahkan asam urat ini dikeluarkan melalui urine alias air kencing. Karena itulah sangat disarankan pada penderita asam urat untuk memperbanyak minum air putih agar kadar asam urat bisa diturunkan.

Jumat, 30 Mei 2014

KEJANG DEMAM PADA ANAK

Salah satu komplikasi yang paling banyak ditemui pada anak dengan demam adalah Kejang demam. Kejang demam terjadi karena adanya bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Deman yang disertai kejang ini biasanya terjadi antara anak umur tiga bulan hingga lima tahun.
Kejang demam harus dibedakan dengan epilepsi karena memang kejang demam ini tidak sama dengan epilepsi. Tanda pertama dari epilepsi adalah munculnya kejang tanpa disertai demam.
Harus diketahui adalah, kejang demam biasanya tidak berbahaya karena tidak menyerang jaringan otak, berbeda dengan kejang disebabkan karena infeksi pada otak seperti meningitis.
Dokter biasa mengelompok jenis kejang ini menjadi dua macam:
Pertama kejang demam sederhana yang berlangsung kurang dari 15 menit
Kedua kejang demam kompleks yang berlangsung lebih dari l5 menit dan terjadi lebih dari satu kali kejang dalam jangka waktu kurang dari 24 jam.
Entah mengapa, namun berdasarkan statistik untuk wilayah Asia, umumnya kejang demam timbul pada tahun kedua kehidupan (17-23 bulan). Kejang demam sedikit lebih sering pada laki-laki.

Apa penyebabnya? Sampai saat ini penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Demam sering disebabkan oleh infeksi, namun tidak semua demam bisa menimbulkan kejang demam. Kejang demam baru muncul jika suhu tubuh terlalu panas, namun kebanyakan anak yang demam tinggipun tidak serta merta mengalami kejang demam.

Kejangnya biasanya berlangsung singkat, antara 3-5 menit. Bentuk kejang yang terjadi seperti mata terbalik ke atas dengan disertai kekakuan atau kelemahan, gerakan sentakan berulang tanpa didahului kekakuan, atau hanya sentakan atau kekakuan singkat saja. Sebagian besar kejang berlangsung kurang dari 6 menit dan kurng dari 8% berlangsung lebih dari 15 menit. Seringkali kejang berhenti sendiri. Setelah kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit, anak terbangun dan sadar kembali tanpa defisit neurologis.

.Pada saat kejang terjadi, tubuh anak harus dimiringkan untuk mencegah aspirasi ludah atau muntahan. Jalan napas harus dibuat selapang mungkin agar keluar masuk udara terjamin. Perhatikan keadaan vital seperti kesadaran, tekanan darah, suhu, pernapasan dan fungsi jantung. Suhu tubuh yang tinggi diturunkan dengan kompres air dingin dan pemberian antipiretik.

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, hasilnya akan baik dan tidak menyebabkan kematian. Frekuensi berulangnya kejang berkisar antara 25-50%, umumnya terjadi pada 6 bulan pertama.

Selasa, 27 Mei 2014

Demam tifus pada anak

Pasti anda sebagai seorang ibu sering kali merasakan betapa sulitnya menjaga anak yang sedang sakit, apalagi yang mengalami sakit demam.
Anak dengan sakit demam itu banyak penyebabnya, namun penyebab yang paling sering ditemukan oleh dokter di rumah sakit adalah demam tifus.Demam tifus adalah demam yang disebabkan karena adanya penyakit infeksi yang mengenai saluran pencernaan (usus dan lambung).

DEMAM TIFUS PADA ANAK

Nah, bagaimana seorang ibu bisa mengenal demam pada anak ini?  Untuk mengetahui apakah anak anda menderita sakit tifus adalah dengan melihat dan memantau jenis demam yang dialami anak anda. Demam yang dialami biasanya akan lebih dari 7 hari dan disertai dengan gangguan pada saluran cerna, misalnya susah buang air besar.
 Kuman yang menjadi penyebab penyakit ini adalah kuman salmonella typhii. Kuman ini masuk ke dalam jenis bakteri. Mereka masuk ke dalam saluran cerna dan akan hidup diantara sela-sela sel usus. Di tahapan berikutnya yang lebih berat, kuman ini akan masuk ke dalam hati, limpa, sumsum tulang hingga terakhir akan bisa mengenai otak.
Demam pada penyakit tifus ini sangat khas sekali, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, anak terus ada dalam keadaan demam, yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga. Lidah kotor yaitu ditutupi selaput kecoklatan kotor, ujung dan tepi kemerahan. Setelah itu akan timbul gangguan dari saluran pencernaan misalnya susah BAB atau BAB keras, dan ada juga yang justru mencret-mencret.

Lalu, apa yang harus dilakukan sebagai orang tua untuk menangani penyakit ini? Mudah saja, yang paling utama adalah anak harus diistirahatkan, tidak boleh terlalu sering bermain kesana kemari, apalagi diperbolehkan main keluar.
Berikan makanan yang lembut, jangan berikan nasi yang keras, jangan berikan jenis umbi-umbian karena akan menimbulkan banyak gas yang berakibat perut jadi kembung dan tambah sakit.
Obat, terapi obat-obatan yang paling utama, jika anak demam diberikan penurunan panas. Obat lain yang harus diberikan adalah obat golongan antibiotik yang bertujuan untuk membunuh kuman salmonella tifosa tersebut.
Jika diobati dengan baik, biasanya anak akan sehat kembali. Yang penting adalah penanganan gejala-gejala klinis yang timbul, yaitu demam yang berkepanjangan dan anak malas makan.



Jumat, 23 Mei 2014

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit demam dengan ciri demam disertai manifestasi perdarahan. Puncak kasus DBD terjadi pada musim hujan yaitu bulan Desember sampai dengan Maret. Penyebab demam berdarah adalah virus dengue yang ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes ini tidak serta merta menjadi demam berdarah dengue, namun ada juga yang tanpa gejala sama sekali. Gejala yang paling ringan mulai biasanya hanya demam biasa saja. Walaupun infeksi ringan lebih banyak, tetapi pada awal penyakit hampir tidak mungkin membedakan infeksi ringan atau berat.

Yang ditakutkan adalah terjadinya demam yang disertai syok. Anak-anak biasanya juga mengeluh kepala yang terasa sangat sakit dan berat. Bahkan anak-anak akan mengalami keluhan tambahan seperti muntah-muntah, tidak mau makan dan minum dan malas makan.

Lalu bagaimana kita sebagai orangtua jika anak kita mengalami demam berdarah?



 Demam adalah hal yang biasa, namun yang harus diperhatikan adalah adanya tanda-tanda seperti badan yang bertambah lemah, ujung jari tangan dan kaki dingin atau timbul bintik-bintik merah diseluruh tubuh. Jika ada gejala-gejala tersebut ada baiknya anak anda segera dirawat saja.
Selain gejala diatas, adanya gejala muntah-muntah bisa mengakibatkan anak mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan.

Namun jika timbul manifestasi perdarahan seperti mimisan, muntah darah, Buang Air Besar warna hitam dan perdarahan gusi, segera bawa ke dokter!

Penanganan pertama adalah mengatasi kehilangan cairan tubuh sebagai akibat perdarahan dan muntah-muntah yang terjadi. Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul akibat demam tinggi, anoreksia dan muntah. Intinya adalah perlu diberi minum banyak, bisa berupa air teh dengan gula, sirup, susu, sari buah, atau oralit. Selain itu jangan lupa berikan kompres untuk menurunkan demamnya.

Dalam kebanyakan kasus demam berdarah, sangat sedikit sekali yang mengalami kematian yang disebabkan oleh demam berdarah dengue. Jikapun ada yang meninggal biasanya disertai oleh infeksi penyertanya ataupun pada anak-anak yang mempunyai kondisi fisik yang memang sudah lemah.
Demikianlah pembahasan mengenai demam berdarah, semoga membantu. Terima Kasih