Tampilkan postingan dengan label pola makan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pola makan anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2014

ANAK PICKY EATER

Kebiasaan pilih-pilih makan pada anak sering disebut dalam bahasa inggris dengan sebutan picky eater.
Picky eater ini adalah istilah yang dikenalkan oleh orang Amerika bagi anak yang hanya mau memakan makanan tertentu saja. Kebiasaan pilih-pilih makan ini harus secepatnya ditangani karena bisa menyebabkan anak kekurangan gizi.
ANAK PICKY EATER

Anak-anak yang picky eater biasa lebih menyukai makanan yang manis, lembut, tidak banyak mengunyah dan tidak terlalu sulit ditelan seperti mie instan. Namun hal ini akan berdampak buruk bagi anak dimasa depannya. Mereka akan cenderung kesulitan mengunyah dan akhirnya menolak konsumsi sayur, buah, atau daging merah yang berserat.

Padahal, sayur buah dan daging merah merupakan sumber zat gizi utama yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembangnya yaitu zat besi, iodin, dan vitamin. Kebiasaan yang jelek seperti ini, jika dibiarkan terus menerus akan mempengaruhi perilaku makan mereka hingga mereka dewasa, dan hal ini tentunya akan berpengaruh pada perkembangan fisik dan mental anak tersebut. Mengapa berpengaruh pada mental, karena mereka akan selalu memilih-milih makan sehingga lingkungan sekitar mereka akan ikut kerepotan. Selain itu mereka akan sulit beradaptasi jika berada di lingkungan yang tidak menyediakan makanan yang biasa dimakannya tersebut.

Kamis, 31 Juli 2014

BATASI MINUM SUSU DAN NGEMIL JAJANAN AGAR ANAK MAU MAKAN

Pada saat anak sudah berusia 6 bulan ke atas, tantang orang tua adalah anak yang susah makan, bahkan anak cenderung untuk mengemut empeng maupun minum susu dibandingkan harus makan bubur yang disajikan oleh orang tua.

"Anak susah makan bisa karena terlalu banyak minum susu. Susu di usia 8-9 bulan bisa mulai dikurangi menjadi tiga sampai empat kali hari, sehingga anak bisa belajar merasa lapar," hal tersebut dijelaskan oleh ahli gizi Leona Victoria Djajadi, BSc, MND kepada detikHealth Senin (30/6/2014).

Selain karena terlalu sering minum susu, penyebab lain anak malas makan adalah karena terlalu banyak diberikan cemilan. Mulai dari potongan kecil biskuit yang dicampur susu, roti, kue, dan tentu saja makanan seperti ini lebih enak dibanding bubur. Jika terlau banyak memberikan cemilan seperti ini, ditakutkan anak menjadi malas makan bubur dan lebih memilih memakan cemilan-cemilan tadi. Memang dengan makan biskuit, kue, roti akan membuat anak menjadi tidak lapar, namun hal tersebut ditakutkan tidak bisa mencukupi nilai dan kadar gizi harian yang harus dipenuhi oleh sang anak.

Lalu apa yang harus para orang tua lakukan untuk mengatasi hal ini? Salah satu caranya yaitu pemberian jadwal makan anak. Pemberian jadwal makan, tidur dan minum susu ini sangat penting sehingga tidak mengganggu konsentrasi orang tua selama memberikan makan. Selain itu, dengan pemberian jadwal ini akan menimbulkan kebiasaan yang baik bagi anak itu sendiri. Jangan biasakan memberikan makanan cemilan dalam jadwal tersebut karena bisa merusak keinginan makannya. Tidak hanya untuk anak di bawah usia satu tahun, hal ini berlaku juga untuk anak sampai usia lima tahun.

Kamis, 13 Februari 2014

ATUR POLA MAKAN SEIMBANG UNTUK ANAK

Saat ini berbagai pola makan sehat bermunculan di masyarakat Indonesia, salah satunya beberapa ibu yang mengharuskan anak-anaknya hanya makan buah-buahan di pagi hari. Sebenarnya pola makan seperti ini bisa diterapkan pada orang dewasa yang sudah melewati masa pertumbuhan. Tapi sayangnya para orangtua banyak yang salah kaprah sehingga menerapkan pola makan ini juga pada anak-anaknya.
Pada dasarnya, anak butuh menu makanan yang lengkap dan seimbang,hanya makan buah pada saat sarapan tidak akan cukup untuk memenuhi nutrisi untuk tumbuh kembangnya.
Yang membedakan dewasa dan anak-anak itu adalah:
Pertumbuhan anak itu berlangsung setiap menit. Jadi, jangan sampai ada menit yang terlewat oleh nutrisi yang bermanfaat di tubuhnya.
Makanan yang baik itu makanan dalam jumlah yang cukup, nutrisi yang lengkap dan dalam porsi yang seimbang, jika anak mengonsumsinya terpisah-pisah, tentunya tidak akan seimbang. Selain itu tren makan anak seperti memakan mie instan harus diwaspadai, jangan hanya diberikan mie instan saja. Lengkapi dengan telur, bakso, sawi, atau wortel dan bahan makanan sehat lain.

Beberapa tips yang dapat para ibu terapkan adalah:
  • Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan, misalnya dengan menyajikan peralatan makan yang menarik, piring, sendok dan gelas karakter kartun kesukaannya.
  • Berikan makanan pada saat masih hangat dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Sedikit- sedikit tapi sering.
  • Hindari menuruti kecenderungan anak untuk hanya menyukai satu jenis makanan tertentu.
  • Kenalkan selalu dengan jenis makanan baru dan berbeda.
  • Pertahankan kebiasaan makan yang baik dengan cara mengajarkan anak mengenal pentingnya nutrisi, misalnya makan wortel baik untuk kesehatan mata.