Tampilkan postingan dengan label sakit perut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit perut. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Mei 2014

PENYEBAB SAKIT PERUT ANAK

Sakit perut merupakan keluhan yang paling sering timbul pada anak-anak. Sakit perut ini biasanya berkaitan erat dengan kebiasaan makan anak. Namun keluhan dan gejala yang timbul tersebut ternyata sangat bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh usia anak. Sebab itulah maka nyeri perut pada anak ini menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk melakukan penanganan pertamanya.

Penyebab nyeri perut sangat banyak, bisa disebabkan karena penyebab di dalam perut itu sendiri atau disebabkan oleh bagian di luar perut. Nyeri perut pada anak itu bisa disebabkan oleh hal-hal dibawah ini:

Usus buntu: Biasanya pada usus buntu anak tidak langsung merasakan sakit perut, tapi didahului oleh demam beberapa hari sebelumnya, setelah itu barulah timbul keluhan nyeri di bagian perut yang kemudian menjalar ke bagian sebelah kiri perut. 
anak sakit perut



Gastroenteritis: Nyeri yang timbul disebabkan karena usus berkontraksi dalam jangka waktu yang cepat dan dengan intensitas kuat, hal ini disebabkan karena adanya kuman disepanjang usus atau ada zat asing yang ditolak oleh usus sehingga tubuh berespon dengan berkontraksi kuat untuk mengeluarkan zat asing tersebut.

Trauma: Tanpa diketahui anak sering mengeluh sakit perut dan ditemukan adanya memar kebiruan pada perutnya. Pada saat anak mengeluh sakit perut barulah ibu mengetahui jika si anak mengalami benturan pada perutnya beberapa hari sebelumnya. Harus diketahui, benturan yang kuat dapat menyebabkan timbulnya robekan pada usus sehingga terjadilah infeksi.


Usus turun/ hernia: usus turun atau hernia bisa terjadi pada anak-anak ditandai dengan adanya pembengkakan pada kantung kemaluan. Awalnya pembengkakan pada kanton kemaluan ini bisa hilang timbul pada saat anak menangis atau batuk. Tapi suatu saat pembengkakan tersebut tidak bisa hilang lagi disertai rasa sakit. Hal itu menunjukkan bahwa usus turun tersebut telah terjepit dinding perut dan harus dioperasi.


Dispepsia/ Sakit maag: walaupun masih sangat jarang terjadi pada anak-anak, tapi sakit maag atau dispepsia ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya adalah kenaikan asam lambung dikarenakan makanan yang mempunyai kadar asam yang tinggi.

Itulah beberapa penyebab sakit perut anak, semoga artikel ini bisa membantu ibu-ibu semua dalam mengasuh dan menjaga kesehatan anak-anaknya.

Kamis, 24 April 2014

APA GEJALA ANAK SAKIT PERUT?

Gejala Sakit Perut anak.  Pada bayi: Orang tua biasanya mendapati anaknya tak mau makan, rewel, muntah dan tak mau bermain, atau hanya berupa kesan bayinya tidak sehat. Tanda yang memerlukan perhatian serius adalah muntah empedu, nyeri hebat dan feses berdarah. Perut mungkin kelihatan kembung atau cekung (scaphoid), terdengar suara atau bunyi dari  dan perut terasa nyeri bila ditekan.

Pada anak: Walaupun anak dapat berkomunikasi lebih baik dibanding bayi, beberapa faktor mungkin menyulitkan kita untuk membedakan antara nyeri perut yang nyata dengan keluhan dari bagian tubuh yang lain.
anak kesakitan perut

Sangat penting untuk memastikan apakah sakit perut yang diderita seorang anak adalah usus buntu atau bukan. Hal ini karena pada kebanyakan kasus apendisitis perforasi  terjadi dalam 20 – 36 jam dari mulai onset penyakit, sehingga diagnosa dini sangat penting untuk ditegakkan.

Pada kasus yang klasik perjalanan penyakit dimulai denghan anak merasa sakit di tengah pusar atau midepigastrium, disertai sedikit mual atau muntah dan tidak mau makan. Kemudian timbul demam yang tidak tinggi diikuti oleh perburukan dari gejala-gejala tadi. Lalu rasa sakit berpindah ke perut bagian kanan bawah. Anak tak dapat beristirahat (tidur) dengan baik, tak mau bermain dan kondisinya memburuk dengan progresif. Pemeriksaan fisik tampak sakit, tak mau begerak dan nyeri tekan dititik kanan bawah perut.
 
Beberapa keadaan yang mungkin dikelirukan dengan sakit perut

Luka lecet pada ujung kemaluan anak. Adanya luka lecet pada kemaluan anak biasanya menyebabkan anak menahan kencingnya. Setelah kencing ditahan otomatis kandung kemih anak akan penuh. Hal ini kadang terlihat pada anak yang mengeluh sakit perut dan mengatakan tidak bisa berkemih yang pada dasarnya bukanlah tidak  bisa tapi tidak mau karena perih saat berkemih disebabkan adanya luka lecet tadi.

Demam berdarah dengue. Sering disertai nyeri perut yang cukup hebat, kadang-kadang dengan perut yang kencang. Terdapat kejadian dimana penderita DBD dioperasi karena disangka apendisitis.

Dalam menghadapi anak yang mengalami sakit perut memang tidak mudah, terutama pada yang masih bayi. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan yang tinggi serta pengamatan yang cermat dan berulang-ulang, sehingga kita tidak kehilangan waktu yang berharga yang mungkin sangat menentukan prognosis seorang penderita.