Tampilkan postingan dengan label teknologi kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

STEM CELL, TERAPI MASA DEPAN

Oleh:dr. Harry Wahyudhy Utama. Stem cell atau biasa disebut sebagai sel punca adalah salah satu pengobatan di masa yang akan datang.Apa itu stem cell? Stem cell adalah sel benih, sel benih yang bertanggung jawab terhadap tumbuhnya sel-sel pada tubuh kita.
adult stem cell

Dimana sel ini sekarang? Stem cell ini sekarang hanya tersisa sedikit sekali pada tubuh orang dewasa seperti kita, hanya ada pada sumsum tulang saja, yang bertugas untuk membentuk sel darah merah yang baru dan pada sel-sel reproduksi yang berfungsi untuk memproduksi sel-sel benih laki-laki dan sel benih perempuan (sel telur) pada wanita.

Ada dua macam stem cell: pertama disebut embrionic stem cell dan yang kedua disebut adult stem cell.

Embrionic stem cell adalah sel induk pada embrio, yang ditemukan pada wanita mengandung anak berusia kurang dari <3 bulan. Pada saat itu, janin belum berbentuk layaknya seorang manusia, masih berupa bulatan-bulatan yang lambat laun nantinya akan berbentuk manusia. Nah, pada saat berbentuk bulatan ini lah sel disebut embrionic stem cell. Embrionic stem cell ini dipercaya bisa menumbuhkan kembali sel-sel yang rusak atau hilang seperti tangan, kaki dan mata. Namun permasalahannya adalah: mengambil stem cell embrio sama saja dengan membunuh manusia. Agama Islam dan kristen dengan tegas melarang cara ini.
Yang kedua adalah Adult stem cell, yang paling banyak dipakai adalah adult stem cell yang berasal dari plasenta atau disebut cord blood stem cell. Cord Blood Stem Cell adalah stem cell yang lebih dewasa yang diambil dari bayi yang baru lahir, tapi bukan kulit bayi atau bagian tubuh bayi yang dipotong. Pada saat bayi lahir ke dunia, maka akan tersisa plasenta di dalam tubuh ibu, plasenta (cord blood) ini kemudian ikut dilahirkan, setelah lahir maka darah-darah yang tersisa di dalam plasenta tersebut diambil dan disimpan di dalam suatu lemari es yang berfungsi khusus sebagai tempat penyimpanan cairan plasenta itu.

Nah, darah plasenta yang diambil inilah masih terkandung stem cell di dalamnya, dengan adanya stem cell tersebut maka segala penyakit yang dialami oleh yang orang ini nantinya setelah dia dewasa dapat disembuhkan dengan stem cell miliknya tadi. Karena stem cell ini membawa program sel tubuh pada awal kelahirannya, sehingga menyuntikkan stem cell kedalam tubuhnya sama dengan melakukan reboot atau mereset kondisi sel-sel didalam tubuhnya termasuk juga sel tubuhnya yang rusak.

Rabu, 16 April 2014

PROGRAM BAYI TABUNG

Impian seseorang setelah menikah tentu saja adalah memiliki anak, namun ternyata tidak semua pasangan yang sehat dikaruniai anak langsung setelah menikah. Kebanyakan pasangan harus menunggu beberapa bulan hingga puluhan tahun untuk bisa memiliki anak.

Hal itu tidak diperoleh dengan mudah, beberapa pasangan yang belum memiliki anak melakukan berbagai macam cara untuk bisa memperoleh keturunan mulai dari cara medis hingga cara alternatif. Di artikel ini kita hanya akan berbicara mengenai cara medis.
bayi tabung

Untuk bisa memperoleh keturunan dengan cara medis, ada beberapa cara yang bisa dipilih:
1.       Dengan pemberian obat kesuburan (laki-laki dan wanita)
2.       Inseminasi buatan
3.       Bayi tabung


Bayi tabung adalah cara terakhir yang ditempuh oleh pasangan suami istri yang tidak berhasil dengan cara satu dan dua. Tentu saja bayi tabung adalah pilihan terakhir karena cara ini adalah cara yang paling rendah tingkat keberhasilannya  tapi juga paling mahal biayanya. Tapi untuk pasangan yang sudah sangat merindukan anak, tentu harga tidak menjadi kendala.

Sebenarnya bayi tabung adalah suatu teknik rekayasa reproduksi yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Karena tingginya tingkat kerumitan dan teknik pelaksanaannya maka banyak yang gagal dalam pelaksanaannya.

Program bayi tabung ini disebut juga dengan istilah reproduksi diluar rahim. Jadi pertemuan antara benih jantan dan benih betina bukan dalam rahim ibu, namun dari dalam tabung pemeriksaan laboratorium. Di dalam laboratorium itu, benih jantan dan betina dipertemukan untuk kemudian dilakukan proses pertemuan dan terjadi proses penyatuan.

Kegagalan tersebut bisa terjadi mulai dari saat pengambilan benih jantan maupun benih betina dimana benih tersebut bisa saja sensitif terhadap udara sehingga tidak tahan dan mati tidak lama setelah pengambilan. Selain itu, jika kedua benihnya sehat, belum tentu proses penyatuan benih ini berhasil, karena bisa saja terjadi proses penolakan sehingga benih jantan tidak mau menyatu dengan benih betina.

Terakhir adalah pada waktu memasukkan benih hasil proses penyatuan ini ke dalam rahim ibu. Pada saat pemasukan benih ini, bisa saja rahim ibu belum siap atau tidak siap menampung benih ini. Dinding rahim yang terlalu tipis dan kurang tebal akan menyebabkan benih hasil proses penyatuan ini tidak lengket di rahim ibu dan akhirnya proses bayi tabungpun gagal.

Karena tingginya kemungkinan terjadinya proses kegagalan tersebut, maka bagi mereka yang ingin mengikuti proses bayi tabung jangan memiliki harapan terlalu tinggi sebab angka kegagalan menggunakan cara ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka keberhasilannya.