Selasa, 30 September 2014

ANAK DONOR SPERMA MENEMUKAN AYAH BIOLOGISNYA

Seorang anak yang lahir dari donor sperma berhasil menemukan ayah biologisnya
Inilah kisah nyata yang terjadi di negara-negara Eropa dan Australia yang mempunyai istilah donor sperma dan pendonor sperma.

Seorang Dokter yang bernama Dr Lauren Burns adalah seorang anak yang lahir dari hasil kehamilan ibunya dengan pendonor sperma yang ia tidak ketahui siapa orangnya. Sebelumnya ia hanya mengetahui bahwa ayahnya memiliki bola mata yang berwarna biru dengan rambut yang berwarna coklat, serta tinggi sekitar 180 cm, dan memiliki kode gen yang bernama C11.
Pendonor Sperma tersebut juga seorang Doktor yang bernama Dr Benedict Manning Clark, ia adalah anak terakhir dari sejarawan Australia, Profesor Manning Clark.
Kisah pertemuan ini berakhir setelah selama empat tahun  Dr Lauren Burns mengalami frustasi dan masa-masa yang sulit. Untuk menemukan pasangan anak dan ayah ini, bantuan dari dokter spesialis kemandulan pada pria pun juga diperlukan. Dr Burns pun meminta bantuan Profesor David de Kretser untuk menemukan ayahnya.

Senin, 29 September 2014

ATUR JARAK KEHAMILAN UNTUK ANAK YANG SEHAT DAN CERDAS

Harus kita ingat bersama, menikah itu bukanlah kompetisi untuk membuat anak sebanyak-banyaknya. Menikah itu adalah membentuk keluarga yang aman dan nyaman, sangat penting bagi setiap pasangan untuk menentukan berapa jumlah anak yang ingin mereka miliki dan mengatur jarak kelahiran antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.
Berdasarkan studi menggunakan rekam medis di Finlandia pada anak yang lahir antara 1987  sampai 2005, ditemukan bahwa sepertiga dari anak-anak mereka menderita autisme.
Ternyata anak-anak yang dipastikan mengidap autisme tersebut dikonsepsi atau dikandung kurang dari setahun setelah kelahiran kakak mereka. Bahkan peneliti mengatakan risiko autisme bagi anak-anak yang dikonsepsi kurang dari setahun ini mencapai 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang dikandung beberapa tahun kemudian.
Nah, studi sebelumnya juga menunjukkan hasil yang menarik, bahwa wanita hamil dengan jarak terlalu dekat bisa mengalami persalinan prematur.


Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof dr H Fasli Jalal, SpGK, PhD sebelumnya juga pernah menyebutkan kondisi ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia, di samping faktor lain yang ia sebut dengan 'Empat Terlalu'.

Sabtu, 27 September 2014

ANAK YANG AKTIF LEBIH PINTAR DALAM MENYIMPAN MEMORI

Buat anda lebih sehat dengan membawanya ke taman atau ke lapangan hijau.
Punya anak yang lincah dan aktif terkadang membuat orang tua menjadi sangat kewalahan. Tapi sebenarnya anak yang aktif dan senang beraktifitas fisik itu sebenarnya memiliki otak yang lebih pintar dibandingkan dengan anak yang tidak terlalu aktif.
anak aktif lebih pintar

Detikhealth mengutip sebagai berikut:
Studi dari Illnois University menemukan jika anak yang aktif secara fisik memiliki 'materi putih' lebih banyak di otak mereka. Materi putih ini terdapat pada area yang berhubungan dengan kemampuan anak dalam menyimpan memori, belajar, dan perhatian ketika bekerjja dalam kelompok, demikian diikutip dari berbagai sumber oleh detikHealth, Kamis (21/8/2014).
Seorang peneliti dari Illinois University, dr Laura Chaddock-Heyman mengatakan bahwa studi yang dia lakukan menunjukkan bahwa anak dengan tingkat kesehatan yang lebih tinggi  enunjukkan volume otak yang lebih baik di wilayah 'materi abu-abu' dalam otak. Hal ini berhubungan dengan kemampuan anak dalam menyimpan memori dan belajar.
Hasil studi yang dikerjakan oleh dr Laura ini juga menunjukkan bahwa materi putih mungkin membuat anak yang lebih sehat di sekolah akan dapat melaksanakan tugas lebih cepat dan lebih baik dalam menangkap ilmu yang ada dibandingkan teman-temannya.
Setelah dilakukan analisis, ternyata perbedaan terhadap saluran materi putih yang ada pada otak anak tersebut dapat terlihat dari kesehatan dan kebugaran anak itu. Dalam dua sampai lima tahun kedepan akan dilakukan penelitian lanjutan apakah saluran materi dalam otak bisa meningka pada anak yang secara rutin melakukan aktifitas fisiknya.

Rabu, 24 September 2014

ANAK INI MENELAN BATERAI DAN HARUS DIOPERASI

Anak menelan batere harus dioperasi tenggorokan hingga berjam-jam.
Hal ini dialami oleh Emmet Rauch. Emmet adalah seorang warga Cincinnati Amerika Serikat yang dengan sengaja menelan baterai remote control mainannya. Bahkan baterai itu nyangkut di dalam tenggorokannya.
emmet rauch

Baterai tersebut sebenarnya tidak terlalu besar, hanya sebesar kancing baju atau baterai yang digunakan sebagai baterai jam.
Baterai yang berukuran kecil tersebut ternyata bisa mengeluarkan zat kimia yang berakibat terbakarnya esofagus dan kerongkongan dari Emmet. Emmet kemudai mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter dari Cincinnati Children's Hospital. Mereka memanfaatkan sebagian ususnya untuk menambal lubang di kerongkongan Emmett. Berkat prosedur tersebut, bocah berambut pirang ini pun akhirnya bisa makan lagi.

Tapi sampai saat ini , Emmet masih harus menggunakan alat bantu nafas yang dipasang di lehernya melalui proses trakeostomi.
"Tapi ia belum bisa bicara. Untuk bisa makan saja, ia harus menjalani terapi menelan yang panjang," tutur sang ibu, Karla seperti dikutip dari situs EmmettsFight.com, Kamis (28/8/2014).
"Bila semuanya berjalan lancar, tabung trakeanya bisa diangkat tahun depan. Dan mungkin ia bisa beraktivitas seperti anak-anak normal lainnya. Apalagi katanya ia ingin sekali bermain sepakbola, saya kira ia akan bisa segera melakukannya," harap Dr Alessandro de Alarcon, direktur Center for Pediatric Voice Disorders, Cincinnati Children's Hospital.

Memang hal ini tidak mudah untuk dilakukan, apalagi yang paling penting adalah memulihkan fungsi dari pita suara Emmet agar dia bisa berbicara sebagaimana anak-anak lainnya.

Minggu, 21 September 2014

ANAK PICKY EATER

Kebiasaan pilih-pilih makan pada anak sering disebut dalam bahasa inggris dengan sebutan picky eater.
Picky eater ini adalah istilah yang dikenalkan oleh orang Amerika bagi anak yang hanya mau memakan makanan tertentu saja. Kebiasaan pilih-pilih makan ini harus secepatnya ditangani karena bisa menyebabkan anak kekurangan gizi.
ANAK PICKY EATER

Anak-anak yang picky eater biasa lebih menyukai makanan yang manis, lembut, tidak banyak mengunyah dan tidak terlalu sulit ditelan seperti mie instan. Namun hal ini akan berdampak buruk bagi anak dimasa depannya. Mereka akan cenderung kesulitan mengunyah dan akhirnya menolak konsumsi sayur, buah, atau daging merah yang berserat.

Padahal, sayur buah dan daging merah merupakan sumber zat gizi utama yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembangnya yaitu zat besi, iodin, dan vitamin. Kebiasaan yang jelek seperti ini, jika dibiarkan terus menerus akan mempengaruhi perilaku makan mereka hingga mereka dewasa, dan hal ini tentunya akan berpengaruh pada perkembangan fisik dan mental anak tersebut. Mengapa berpengaruh pada mental, karena mereka akan selalu memilih-milih makan sehingga lingkungan sekitar mereka akan ikut kerepotan. Selain itu mereka akan sulit beradaptasi jika berada di lingkungan yang tidak menyediakan makanan yang biasa dimakannya tersebut.

Kamis, 18 September 2014

MENYUSUI ANAK MENGURANGI RESIKO KANKER

Ternyata menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi untuk tumbuh kembangnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition terhadap 493 wanita dengan kanker ovarium dan dibandingkan dengan 472 wanita normal dari usia yang sama didapatkan hasil bahwa wanita yang menyusui anak kurang lebih 13 bulan akan menurun resiko perkembangan tumornya hingga 63%nya  dibandingkan mereka yang hanya menyusui bayinya kurang dari 7 bulan.

MENYUSUI ANAK MENGURANGI RESIKO KANKER

Untuk diketahui bahwa lebih dari 6000 pasien di Inggris terdiagnosis kanker ovarium. Apalagi, penyakit ini menjadi penyumbang sekitar 5% dari penyebab kematian karena kanker pada wanita.
Selain itu didapatkan bahwa pada ibu yang memiliki tiga orang anak dan total waktu untuk menyusui hingga mencapai 31 bulan lebih banyak memangkas kesempatan mereka untuk mendapat kanker ovarium, yaitu hingga 91%.

Hasil penelitian sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa menyusui itu bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadi kanker ovarium. Mekanis hormonal dalam tubuh, proses menyusui dapat membantu menunda ovulasi. Nah, proses ovulasi yang lambat inilah yang bisa menurunkan resiko terbentuknya sel kanker baru.

Senin, 15 September 2014

Jangan biasakan anak bermain gadget

Memiliki anak yang anti sosial dan acuh dengan lingkungan itu terbentuk sejak sang anak masih kecil, hal tersebut adalah didikan dari rumah. Jika kita ingin anak kita menjadi orang yang lebih bisa berempati dan bersimpati dengan orang lain, mau tidak mau kita harus membatasi konsumsi media digital anak kita.
Jangan biasakan anak bermain gadget

Hal ini dikatakan oleh psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri M.Psi, sebaiknya untuk anak di bawah usia dua tahun tidak dikenalkan dengan media digital seperti handphone, gadget, tv, dan perangkat elektronik lainnya.

Hasil studi dari  Departemen Psikologi University of California ditemukan bahwa penggunaan alat-alat elektronik digital seperti tab, handphone dll bisa merusak keterampilan sosial anak. Hal ini berakibat pada rendahnya kemampuan sang anak dalam berinteraksi dan bersimpati dengan orang lain.

Penyebabnya adalah tumpulnya sensitivas, tumpulnya sensitivitas perasaan ini terkait pada jarangnya sang anak bersosialisasi. Bahkan dari hasil penelitian disebutkan jaika anak bisa terus-terusan di depan media digital hingga 4,5 jam.

Sebaiknya orang tua membatasi konsumsi media digital anak-anaknya karena interaksi sosial berguna untuk mengembangkan keterampilan anak dalam memahami emosi orang lain. Bagaimanapun kita adalah makhluk sosial yang butuh interaksi langsung dengan orang lain.